Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 7. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

ALAT PENGUKUR TEKANAN DARAH

Sfigmomanometer (pengucapan bahasa Inggris: [ˌsfɪɡmoʊməˈnɒmɨtər] sfig-moh-mə-nom-i-tər) adalah alat ukur tekanan darah. Nama ini berasal dari kata Yunani sphygmós (pulsa), dan kata manometer (pengukur tekanan). Alat ukur ini dibuat pertama kali oleh Samuel Siegfried Karl Ritter von Basch pada tahun 1881, dan dikembangkan lebih lanjut oleh Scipione Riva-Rocci (1896), dan Harvey Cushing (1901). Alat ini memiliki 2 versi, yaitu digital dan analog.Sfigmomanometer digital menggunakan layar untuk menunjukkan tekanan darah seseorang, sedangkan versi analognya menggunakan air raksa atau jarum untuk menunjukkan tekanan darah.

DIFUSI GAS PADA PROSES PERNAPASAN DAN SIRKULASI

Difusi gas pada proses pernapasan dan sirkulasi :
Hasil gambar untuk difusi gas pada proses pernapasan dan sirkulasi

TEKANAN GAS PADA PROSES PERNAPASAN MANUSIA

Tekanan gas di sistem pernapasan manusia

dapat terjadi akibat perubahan volume
paru-paru kita. Bila volume paru-paru membesar, tekanan akan turun dan udara
masuk ke paru-paru. Bila volume paru-paru menurun, tekanan akan naik dan udara keluar
paru-paru


Hukum gas ideal yang menyatakan bahwa:

pV = nRT

p = nRT / V

dimana:

p = tekanan

V = volume

n = jumlah molekul

R = konstanta gas ideal

T = suhu


Dari sini terlihat bahwa tekanan (p)
berbanding terbalik dengan volume (V) artinya, bila volume meningkat
(mengembang), maka tekanan akan menurun. Sebaliknya, bila volume menurun
(mengempis), maka tekanan akan naik.


Prinsip perubahan tekanan akibat perubahan
volume ini terjadi pada saat kita bernafas. Udara akan bergerak dari tempat
dengan tekanan tinggi menuju ke tempat bertekanan rendah. Dengan mengatur
volume paru-paru, kita bisa mengatur tekanan udara di paru-paru, dan pada
akhirnya mengatur apakah udara keluar atau masuk di tubuh kita.


Saat kita menarik nafas, diafragma akan
bergerak ke atas, volume paru-paru akan meningkat, dan tekanan udara di paru-paru
akan menurun. Akibatnya, udara dari luar tubuh kita akan masuk ke dalam
paru-paru.


Demikian pula sebaliknya, saat kita menghembuskan
nafas, diafragma akan bergerak turun, volume paru-paru akan berkurang, dan tekanan
udara di paru-paru akan meningkat. Akibatnya, udara di dalam tubuh kita akan
tertekan sehingga keluar dari paru-paru.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/13902478#readmore

CARA MENGHITUNG TENSI

CARA MENGUKUR TENSI DARAH


Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut  120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistolik (tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung). Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantungberistirahat diantara pemompaan, dan disebut tekanan distolik (tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau beristirahat).
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda. Paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.

  1. 1.  Alat pengukur tekanan darah yang baik untuk dipakai
Alat pengukur tekanan darah atau sfigmomanometer ada 3 jenis: yang menggunakan air raksa, jenis aneroid dan jenis digital. Pengukur yang paling ideal adalah yang menggunakan air raksa. Namun penggunaannya harus benar. Bila tidak terampil menggunakan sebaiknya memakai pengukur tekanan darah jenis digital, namun sebaiknya sering dikalibrasi untuk lebih yakin alat pengukur tekanan darah digital Anda masih berfungsi dengan baik.
  1. 2.  Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah
Sebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan pastikan kandung kemih anda kosong dan hindari konsumsi kopi, alkohol dan rokok, karena semua hal tersebut akan meningkatkan tekanan darah  dari nilai sebenarnya. Sebaiknya istirahat duduk dengan tenang selama 5 menit sebelum pemeriksaan dan jangan berbicara saat pemeriksaan. Tenangkan pikiran anda, karena pikiran yang tegang dan stress akan meningkatkan tekanan darah.

  1. 3.  Posisi yang baik saat melakukan pengukuran tekanan darah
Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk dengan siku lengan  menekuk  di atas  meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan posisi lengan sebaiknya setinggi jantung.
  1. 4.  Prosedur pemeriksaan tekanan darah

Setelah memperhatikan beberapa hal di atas, pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan. Beberapa langkah yang dilakukan pada pemeriksaan tekanan darah menggunakan sfigmomanometer air raksa :
  1. Pasanglah manset pada lengan atas, dengan batas bawah  manset 2-3 cm dari lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan menekan tepat di atas denyutan arteri dilipat siku ( arteri brakialis).
  2. Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis.
  3. Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan (arteri radialis).
  4. Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg setelah pulsasi arteri radialis menghilang.
  5. Bukalah katup manset dan tekanan manset dibiarkan menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik.
  6. Bila bunyi pertama terdengar, ingatlah dan catatlah sebagai tekanan sistolik.
  7. Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik.
  8. Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepaskan manset.
Sumber : https://ramacahyati8910.wordpress.com/2013/04/16/cara-mengukur-tensi-darah/

TEKANAN DARAH PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

Komponen utama sistem peredaran darah pada manusia

Sistem peredaran darah pada manusia tersusun dari beberapa komponen yang ikut berperan dalam pengangkutan darah di dalam tubuh. Berikut merupakan tiga komponen utama sistem peredaran pada manusia:

1. Jantung

penyakit jantung boleh puasa
Jantung adalah organ paling vital pada tubuh manusia. Organ satu ini berperan untuk menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh. Letak jantung berada di antara paru-paru, di tengah dada, tepatnya di bagian belakang kiri tulang dada. Ukurannya kira-kira sedikit lebih besar dari kepalan tangan Anda, yakni sekitar 200-425 gram.
Jantung Anda  terdiri atas empat ruang, yakni serambi (atrium) kiri dan kanan serta bilik (ventrikel) kiri dan kanan. Jantung Anda juga memiliki empat katup yang berfungsi menjaga  aliran darah agar mengalir ke arah yang benar. Katup ini termasuk katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki flaps, yang disebut leaflet atau cusp, yang membuka dan menutup sekali setiap jantung Anda berdetak.

2. Pembuluh darah

Arteri
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berbentuk pipa elastis. Pembuluh darah berfungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain atau sebaliknya. Ada tiga pembuluh darah utama yang terdapat di jantung, yaitu:
  • Arteri, membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Arteri memiliki dinding yang cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap konsisten.
  • Vena, pembuluh darah yang satu ini membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Dibandingkan dengan arteri, vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.
  • Kapiler, pembuluh darah ini bertugas untuk menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan nutrisi.

3. Darah

Tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 4 hingga 5 liter darah. Sebagai jaringan ikat yang cair, darah berfungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lainnya dari dan ke seluruh tubuh Anda. Tanpa darah, bisa dipastikan oksigen dan sari makanan akan sulit disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.
Darah terdiri atas beberapa komponen, yaitu:
  • Plasma darah. Plasma darah mengisi sekitar 55-60 persen dari volume darah dalam tubuh. Tugas utama plasma darah adalah mengangkut sel-sel darah untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembekuan darah, dan bahan kimia, seperti hormon dan protein yang bertugas untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  • Sel darah merah (eritrosit). Sel darah merah bertugas membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sel darah ini juga bertugas mengangkut kembali karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan.
  • Sel darah putih (leukosit). Meski memiliki jumlah yang lebih sedikit dibanding sel darah merah, sel darah putih mengemban tugas yang tak main-main. Sel darah putih bertanggung jawab untuk melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit. Hal ini disebabkan karena sel darah putih memproduksi antibodi yang akan membantu memerangi zat asing tersebut.
  • Keping darah (trombosit). Trombosit memiliki peran penting proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terluka. Tepatnya, trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin guna menghentikan perdarahan sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka.

Mekanisme sistem peredaran darah pada manusia

Peredaran darah sistemik

Peredaran darah sistemik lebih sering disebut sebagai peredaran darah besar. Peredaran darah ini dimulai ketika darah yang mengandung banyak oksigen dipompa dari jantung (tepatnya bilik kiri) menuju seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung (serambi kanan). 
Secara sederhana, peredaran darah sistemik bisa digambarkan sebagai aliran darah dari jantung – seluruh tubuh – jantung.

Peredaran darah pulmonal

Peredaran darah pulmonal lebih sering disebut dengan peredaran darah kecil. Peredaran darah ini dimulai saat darah yang mengandung CO2 alias karbon dioksida dipompa dari jantung (tepatnya bilik kanan) menuju paru-paru. Di paru-paru, terjadi pertukaran gas yang pada akhirnya mengubah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru dan kembali lagi ke jantung (serambi kiri).
Secara sederhana, peredaran darah pulmonal bisa digambarkan sebagai peredaran darah dari jantung – paru-paru – jantung.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sistem-peredaran-darah-pada-manusia/

PENGANGKUTAN AIR DAN NUTRISI PADA TUMBUHAN

Pengangkutan Air dan Nutrisi pada Tumbuhan
Apakah konsep tekanan zat juga terdapat pada makhluk hidup? Konsep tekanan zat juga terdapat pada makhluk hidup, misalnya pada mekanisme pengangkutan air dan nutrisi pada tumbuhan, tekanan darah manusia, dan tekanan gas pada proses pernapasan.


Bagaimana tumbuhan yang tinggi dapat mengangkut air yang ada di dalam tanah menuju daun yang letaknya lebih dari 10 m dari akar? Xilem dan floem adalah jaringan seperti tabung yang berperan dalam sistem pengangkutan ini. Air dan mineral dari dalam tanah akan diserap oleh akar, kemudian diangkut melalui xilem ke bagian batang dan daun tumbuhan. Zat makanan yang dibuat di daun akan diangkut melalui floem ke bagian lain tumbuhan yang memerlukan zat makanan.

Sebelumnya ayo kita mengingat kembali tentang susunan jaringan pada akar mulai dari jaringan terluar hingga terdalam. Akar tersusun dari beberapa jaringan yang teroganisir untuk melakukan fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi akar sendiri adalah;
  1. Menyerap unsur-unsur hara yang berada dalam tanah;
  2. Menegakkan berdirinya batang tanaman;
  3. Mengangkut unsur hara sampai ke batang;
  4. Beberapa akar berfungsi untuk menyimpan makanan.
Seperti kita tahu pada tumbuhan monokotil mempunyai perakaran serabut dimana hampir semua akarnya tumbuh dari pangkal batang dengan diameter yang nyaris sama. Sementara pada tumbuhan dikotil mempunyai sistem perakaran tunggang dimana akar primer bercabang-cabang, dari pangkal sampai keujung semakin kecil. Pada akar monokotil dan dikotil yang belum mengalami pembesaran sekunder tersusun dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Pada tumbuhan yang mengalami pembesaran sekunder, jaringan penyusun tubuhnya juga bertambah, yaitu dengan adanya kayu dan kulit sekunder, adanya felogen yang menghasilkan feloderm dan felem (gabus).

1. Epidermis akar
Pada irisan melintang akar, tampak satu lapis sel yang tersusun pada lapisan terluar yang disebut epidermis. Di dekat ujung akar terdapat rambut akar, yaitu tonjolan dari epidermis yang berfungsi untuk memperluas permukaan akar, sehingga mempercepat penyerapan zat hara dari dalam tanah. Semakin jauh dari ujung akar, bulu akar lenyap. Epidermis umumnya dilapisi dengan zat gabus yang tidak berfungsi untuk penyerapan zat, tetapi berfungsi sebagai pelindung sel-sel dibawahnya.

2. Korteks
Korteks termasuk jaringan parenkim yang tersusun dari beberapa sel dibawah jaringan epidermis. Korteks berfungsi untuk meneruskan pengangkutan zat hara yang telah di absorpsi oleh epidermis menuju ke silinder pusat melalui endodermis. Pada beberapa tumbuhan, korteks berfungsi untuk menyimpan zat tepung.
3. Endodermis
Endodermis tersusun dari satu lapis sel dibawah korteks. Penebalan zat gabus pada dinding sel yang tegak lurus silinder pusat berbentuk pita yang disebut pita kaspari, yang tidak dapat di tembus oleh air. Dengan penebalan zat gabus ini, endodermis berfungsi mengatur masuknya air dan zat terlarut kedalam silinder pusat. Pada monokotil penebalan dinding sel endodermis berbentuk huruf U sehingga tidak dapat berfungsi untuk transfor air menuju ke silinder pusat. Untuk fungsi tersebut tumbuhan monokotil mempunyai sel endodermis khusus yang disebut sel penerus yang dindingnya tidak mengalami penebalan

4. Silinder pusat (Stele)
Silinder pusat tersusun dari jaringan-jaringan yang berada dalam jaringan endodermis. Jaringan terluar disebut perisikel atau perikambium. Sel-sel yang berhadapan dengan xilem dapat bersifat meristem dan membelah diri untuk pembentukan cabang akar. Berkas pengangkutan terdiri atas xilem dan floem. Xilem menerima zat hara dari endodermis dan diteruskan ke xilem pada batang. Pada dikotil terdapat kambium yang memisahkan xilem dan floem. Kambium selalu membelah diri membentuk jaringan sekunder termasuk xilem dan floem sekunder, sehingga menyebabkan pertumbuhan sekunder.

Pada irisan membujur tampak ujung akar dilindungi oleh kaliptra yang dibentuk oleh kelompok sel pemula (titik tumbuh). Pada monokotil, kelompok sel pemula yang membentuk kaliptra disebut kaliptrogen, sehingga batas antara ujung akar dengan kaliptra sangat jelas. Pada kaliptra biasanya terdapat sel kolumela yang berisi butir tepung dan diduga mempengaruhi arah pertumbuhan akar. Kelompok sel pemula yang lain merupakan titik tumbuh yang membentuk jaringan-jaringan pada akar.

Nah jaringan-jaringan itulah yang akan dilalui oleh air ketika masuk ke dalam tumbuhan. Perhatikan Gambar dibawah ini untuk mengetahui jaringan yang dilalui oleh air ketika masuk ke dalam akar.
Pertama-tama, air diserap oleh rambut-rambut akar. Kemudian, air masuk ke sel epidermis melalui proses secara osmosis. Selanjutnya, air akan melalui korteks. Dari korteks, air kemudian melalui endodermis dan perisikel. Selanjutnya, air masuk ke jaringan xilem yang berada di akar. Setelah tiba di xilem akar, air akan bergerak ke xilem batang dan ke xilem daun!

Tumbuhan tidak mempunyai mekanisme pemompaan cairan seperti pada jantung manusia. Lalu, bagaimanakah air dapat naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi? Perhatikan Gambar berikut tentang pergerakan air dari akar menuju daun!
Air dapat diangkut naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan karena adanya daya kapilaritas batang. Sifat ini seperti yang terdapat pada pipa kapiler. Pipa kapiler memiliki bentuk yang hampir menyerupai sedotan akan tetapi diameternya sangat kecil. Apabila salah satu ujung pipa kapiler dimasukkan ke dalam air, air yang berada pada pipa tersebut akan lebih tinggi daripada air yang berada di sekitar pipa kapiler. Begitu pula pada batang tanaman, air yang berada pada batang tanaman akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan air yang berada pada tanah.

Daya kapilaritas batang dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi. Kohesi merupakan kecenderungan suatu molekul untuk dapat berikatan dengan molekul lain yang sejenis. Adhesi adalah kecenderungan suatu molekul untuk dapat berikatan dengan molekul lain yang tidak sejenis. Melalui gaya adhesi, molekul air membentuk ikatan yang lemah dengan dinding pembuluh. Melalui gaya kohesi akan terjadi ikatan antara satu molekul air dengan molekul air lainnya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya tarik-menarik antara molekul air yang satu dengan molekul air lainnya di sepanjang pembuluh xilem.

Selain disebabkan oleh gaya kohesi dan adhesi, naiknya air ke daun disebabkan oleh penggunaan air di bagian daun atau yang disebut dengan daya isap daun. Air dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Pada daun, air juga mengalami penguapan. Penguapan air oleh daun disebut transpirasi. Penggunaan air oleh bagian daun akan menyebabkan terjadinya tarikan terhadap air yang berada pada bagian xilem sehingga air yang ada pada akar dapat naik ke daun.
Semua bagian tumbuhan, yaitu akar, batang, daun, dan bagian lainnya memerlukan nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi di setiap bagian tumbuhan terpenuhi, maka dibutuhkan suatu proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintesis berupa gula dan asam amino ke seluruh tubuh tumbuhan. Pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh floem. Pengangkutan zat-zat hasil fotosintesis dimulai dari sumbernya, yaitu daun (daerah yang memiliki konsentrasi gula tinggi) ke bagian tanaman lain yang dituju (daerah yang memiliki konsentrasi gula rendah) dengan dibantu oleh sirkulasi air yang mengalir melalui pembuluh xilem dan floem.

Sumber : http://www.imron.web.id/2018/03/pengangkutan-air-dan-nutrisi-pada-tumbuhan.html

TEKANAN GAS

Tekanan pada Zat Gas

Adanya perbedaan tekanan udara di suatu tempat dapat menimbulkan angin. Angin bertiup dari daerah yang tekanan udaranya tinggi ke daerah yang tekanannya lebih rendah. Pengaruh tekanan udara dapat dirasakan pada beberapa peristiwa, di antaranya:
1) Ketika memasak air, di pegunungan akan lebih cepat mendidih dibandingkan memasak air di pantai. Hal ini disebabkan tekanan udara di pegunungan lebih rendah daripada di pantai sehingga gas oksigennya pun lebih rendah.
2) Ketika kita pergi ke daerah yang lebih tinggi (misalnya dari pantai ke pegunungan), pada ketinggian tertentu kita akan merasakan dengungan di telinga kita. Hal ini disebabkan oleh selaput gendang telinga yang lebih menekuk keluar pada tekanan udara yang lebih rendah.
3) Pada tekanan udara tinggi, suhu terasa dingin, tetapi langit cerah. Sebaliknya, saat tekanan udara rendah, dapat dimungkinkan terjadinya hujan, bahkan badai.
Ketiga peristiwa di atas memberikan gambaran bahwa tekanan udara memiliki hubungan yang cukup erat dengan ketinggian suatu tempat. Tekanan tersebut berubah sesuai dengan ketinggian dari atas tanah. Semakin tinggi suatu tempat, maka tekanan udaranya semakin rendah. Suatu daerah yang memiliki struktur geografis yang lebih tinggi misalnya di pegunungan Himalaya terdapat partikel-partikel udara yang lebih sedikit. Partikel-partikel yang lebih sedikit mendorong satu sama lain menghasilkan tekanan lebih rendah.
Hal ini ternyata telah dibenarkan melalui suatu penelitian yang dilakukan para ahli. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikkan 10 m, tekanan udara berkurang 1mmHg sehingga makin tinggi suatu tempat dari permukaan air, makin rendah tekanan udaranya. Pernyataan ini dapat digunakan untuk memperkirakan ketinggian suatu tempat di atas permukaan laut, asalkan tekanan udara di sekitarnya diketahui.
Pada tempat yang sangat tinggi, seperti di puncak Himalaya, tekanan udara menjadi sangat kecil dan dapat menimbulkan masalah serius bagi para pendaki. Pendaki rentan terkena sindrom kekurangan oksigen karena ketinggian, yang dikenal dengan istilah hipoksia.
Pegunungan Himalaya
Partikel –partikel dalam gas bebas bergerak dalam ruang dan saling bertumbukan satu sama lain. Tumbukan antara partikel gas dengan dinding wadah akan menyebabkan tekanan.Semakin banyak jumlah tumbukan antar molekul maka semakin tinggi tekanan yang terjadi. Pada proses bernapas Hukum Boyle berlaku. Hukum Boyle berbunyi “Jika volume suatu wadah gas diperkecil, maka tekanan gas tersebut membesar, asalkan suhu gas tersebut tetap. Memperbesar volume wadah tersebut menyebabkan tekanan gas tersebut turun. Penting untuk dicatat bahwa hukum ini berlaku asal suhu gas tersebut tetap”.
Jika gas ditekan ke suatu ruang yang lebih kecil, molekul-molekulnya akan lebih sering menumbuk dinding ruang tersebut. Akibatnya tekanan gas itu bertambah. Hal sebaliknya akan terjadi. Jika gas diberikan ruang yang lebih besar, molekul-molekul gas tersebut menjadi lebih jarang menumbuk dinding dan tekanan gas tersebut mengecil. Gerakan pernapasan menyebabkan perubahan volume dada dan perubahan tekanan gas dalam rongga dada, yang mengakibatkan udara mengalir ke dalam atau ke luar rongga dada.
Agar lebih memahami materi ini,  kerjakan LKS tekanan zat gas
Inspirasi merupakan proses aktif dimana diafragma berkontraksi dan mendatar dan otot-otot antariga berkonstraksi. Sebelum inspirasi, tekanan udara di dalam paru seimbang dengan tekanan udara atmosfer yaitu 760 mmHg atau 1 atm. Karena tekanan udara di dalam paru-paru lebih rendah daripada tekanan udara atmosfer, maka udara mengalir ke dalam paru-paru. Kondisi ini diperoleh dengan jalan membesarkan volume paru-paru. Tekanan gas di dalam tempat tertutup berbanding terbalik dengan besarnya volume. Bila ukuran tempat diperbesar, tekanan udara di dalamnya turun. Bila ukuran diperkecil, tekanan udara di dalamnya naik. Inilah hukum Boyle.
Agar inspirasi terjadi, paru-paru harus membesar, dengan demikian tekanan di dalam paru-paru akan turun. Untuk membesarkan paru-paru, harus melibatkan kerja otot inspirasi utama yaitu otot diafragma dan otot antar tulang rusuk. Pada orang hamil, orang gemuk atau pakaian yang terlalu sesak di daerah perut, dapat menghalangi turunnya diafragma dengan sempurna.
Tepat sebelum inspirasi, tekanan intrapleura kira-kira 756 mmHg, setelah otot-otot inspirasi bekerja yang menambah ukuran rongga dada, tekanan intrapleura turun sampai kira-kira 754 mmHg. Akibatnya, dinding paru-paru terisap ke arah luar karena hampa sebagian. Bila volume paru bertambah, tekanan di dalam paru turun dari 760 mmHg menjadi 758 mmHg. Udara bergerak dari atmosfer ke paru-paru dan terjadilah inspirasi. Udara terus bergerak ke paru-paru sampai tekanan dalam paru seimbang dengan tekanan atmosfer.
Inspirasi secara ringkas sebagai berikut:
Inspirasi
Inspirasi
Ekspirasi normal merupakan proses dimana diafragma berelaksasi dan bergerak ke atas. Ekspirasi (menghembuskan napas) diperoleh dari perbedaan tekanan, tetapi dalam hal ini perbedaaan berubah sehingga tekanan dalam paru lebih besar daripada di atmosfer. Ekspirasi normal adalah proses pasif karena otot antar tulang rusuk relaksasi, lengkungan diafragma bergerak dari datar kembali melengkung. Gerakan ini mengurangi diameter vertikal dan rusuk belakang rongga dada, ini mengembalikan pada ukuran istirahatnya.
Selama ini otot antar tulang rusuk internal menggerakkan rusuk ke arah bawah serta menekan otot antar tulang rusuk sehingga menekan diafragma ke atas. Karena tekanan intrapleura kembali ke tingkat sebelum inspirasi (756 mmHg), dinding paru-paru tidak lagi diisap ke arah luar. Tekanan dalam paru-paru naik menjadi 763 mmHg dan udara bergerak dari daerah bertekanan udara lebih tinggi ke daerah bertekanan udara lebih rendah di atmosfer. Ekspirasi secara ringkas sebagai berikut:
7
7
Tekanan udara berhubungan dengan Hukum Boyle. Masih ingatkah kalian bagaimana bunyi Hukum Boyle? Hukum Boyle berlaku apabila suhu gas tidak berubah, maka hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup selalu tetap.
Secara matematik Hukum Boyle tersebut dapat dinyatakan sebagai:
PV
Jadi, yang tetap dalam keadaan ini adalah suhunya. Pada banyak kejadian, tekanan dan volume tempat tertutupnya berubah. Namun, keadaan ini tetap memenuhi hukum Boyle. Oleh karena itu, dapat juga dinyatakan sebagai:
pvi
Keterangan:
P = tekanan (atm atau N/m2)
1 atm = 76 cmHg
V = volume udara (m3)
Dengan P1 adalah tekanan mula-mula, P2 adalah tekanan akhir, V1 adalah volume udara mula-mula dan V2 adalah volume udara akhir.

Sumber :https://prodiipa.wordpress.com/kelas-viii/tekanan-dalam-tubuhku/tekanan-pada-zat-gas/

TEKANAN ZAT CAIR - HUKUM PASCAL

Hukum Pascal – Nama hukum ini diambil dari orang yang melakukan eksperimen yaitu Blaise Pascal, melakukan percobaan tentang air dan menyatakan bahwa air keluar lebih deras dan lebih jauh lewat lubang pada wadah yang permukaan atasnya terbuka, dibandingkan dengan wadah yang permukaan atas ditutup, hal ini dikenal dengan prinsip pascal. Hal ini disebabkan oleh tekanan air yang lebih besar pada wadah yang terbuka.
Pertanyaannya, mengapa tekanan air pada dasar wadah terbuka bisa lebih besar dibandingkan dengan wadah dengan permukaan tertutup? Itu karena wadah tertutup hanya terdapat tekanan air yang bergantung pada massa jenis air, kedalaman air dari permukaan, dan percepatan gravitasi.
Pelajari juga: Hukum Coulomb
Sedangkan pada wadah terbuka, selain tekanan air yang bergantung pada massa jenis air, kedalaman air dari permukaan, dan precepatan gravitasi, ada juga tekanan udara yang bekerja pada permukaan air tersebut, ini yang menjadi penyebabnya.

Bunyi Hukum Pascal

Hukum atau prinsip pascal menyatakan bahwa
Tekanan yang diberikan zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama besar
Hukum Pascal adalah penerapan dari konsep tekanan dalam suatu zat cair. Mungkin Anda pernah menemui ayah atau tukang montir mengganti sebuah ban dan harus mengangkat sebuah mobil, tentunya untuk mengangkat mobil dibutuhkan alat sebagai pendukung yaitu sebuah dongkrak. Nah prinsip kerja dongkrak bisa kita pelajari di Hukum Pascal.

Rumus Hukum Pascal

rumus hukum pascal

soal hukum pascalJika yang diketahui adalah jari-jari atau diameter, maka rumus hukum pascal berubah menjadi:
Keterangan:
  • F1 = gaya pada penampang 1 (newton)
  • F2 = gaya pada penampang 2 (newton)
  • A1 = luas penampang 1 (m2)
  • A2 = luas penampang 2 (m2)
  • D1 = diameter pada penampang 1 (m)
  • D2 = diameter pada penampang 2 (m)
  • R1 = jari-jari pada penampang 1 (m)
  • R2 = jari-jari pada penampang 2 (m)
Berdasarkan rumus tersebut gaya F2 dipengaruhi oleh luas masing-masing permukaan bejana. Jika permukaan bejana lebih besar, pastinya gaya yang diciptakan juga lebih besar. Yuksinau.id sajikan contoh soal hukum pascal juga berikut ini.

Contoh Soal Hukum PascalSatu buah alat pengangkat mobil memakai luas penampang penghisap kecil 10 cm2 dan penghisap besar 50 cm2. Berapa gaya yang harus diberikan sehingga bisa mengangkat sebuah mobil 20.000 N?
Diketahui:
  • A1 = 10 cm2
  • A2 = 50 cm2
  • F2 = 20.000 N
Ditanyakan: f1…………………..?
soal hukum pascal
Jawab:
Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa dengan gaya 4000 N kita bisa mengangkat sebuah mobil dengan gaya 20.000 N. Nah terus apa sajakah penerapan hukum pascal di kehidupan sehari-hari? berikut ini contoh penerapan hukum pascal.

Penerapan Hukum Pascal

1. Dongkrak Hidrolik
penerapan hukum pascalGambar diatas menunjukkan skema dongkrak hidrolik yang terdiri dari:
  • 2 bejana yang berhubungan dan terbuat dari bahan yang kuat (contoh: besi)
  • Penghisap kecil dan besar
  • Minyak pengisi bejana
Jika Anda pernah melihat seseorang mengganti ban mobil, bagian mobil harus diganjal agar badan mobil tidak miring, untuk itu manusia memanfaatkan dongkrak hidrolik
2. Rem Hidrolik
penerapan hukum pascal sehari-hari
Pernahkah Anda tahu bahwa sistem rem pada mobil menggunakan hukum pascal, pasalnya apabila tidak menggunakan hukum ini maka untuk menghentikan laju mobil akan dibutuhkan tenaga yang besar.
Dengan hukum pascal ini, pengemudi mobil cukup memberikan gaya kecil untuk mengurangi laju kendaraan, gaya ini diteruskan oleh minyak lewat pipa sehingga memberikan gaya yang lebih besar pada rem yang terletak di ban mobil.
3. Mesin Hidrolik Pengangkat Mobil
contoh penerapan hukum pascalPenerapan hukum pascal juga digunakan untuk mengangkat mobil di tempat pencucian mobil, cara kerjanya sama dengan dongkrak hidrolik.
4. Pompa Sepeda
Terdapat 2 jenis pompa sepeda yaitu pompa sepeda biasa dan pompa sepeda hidrolik, kita akan lebih mudah memompa ban sepeda dengan menggunakan pompa hidrolik karena hanya membutuhkan sedikit tenaga.
5. Mesin Pengepres Kapas (Kempa)
penerapan hukum pascal dalam kehidupan
Selain dongkrak hidrolink, rem, pompa, penerapan hukum pascal juga terdapat di mesin pengepres kapas (kempa) untuk mendapatkan ukuran yang cocok disimpan dan disebarluaskan. Cara kerjanya yaitu gaya tekan yang dihasilkan oleh pompa yang menekan penghisap kecil, sehingga penghisap besar bergerak ke atas dan mendorong kapas, sehingga kabas akan mampat.
Itulah bunyi hukum pascal dan rumus beserta penerapan hukum pascal dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada yang masih ditanyakan sampaikan saja lewat kotak komentar.
Referensi:
sumadewiblog.wordpress.com/tekanan/hukum-pascal/
id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Pascal

Sumber : http://www.yuksinau.id/hukum-pascal/#!

RUMUS CEPAT RAMBAT BUNYI

Rumus Cepat Rambat Bunyi Bunyi memerlukan waktu untuk merambat dari satu tempat ke tempat lain.  Secara matematis, cepat rambat bunyi...